Tuesday, November 21, 2017

#hastag

just finished Ingrid goes to the west, a satire comedy about social media. the length of people just to be excepted on a (digital) society. even though those we're never been a reality for their live. just exactly how real do we post about our self in social media? although we tried to say we have nothing to hide, there is a little lie in (if not every) most post, because we wanted to tell a story. we want the story to be sold.

i don't think any social media star has a slightest touch of reality, and they do think what they were so right about everything, just because people give them double tap. they actually thinks that the double tap was a sign of friendship.

people try so hard to be excepted, even bought the things that are so important to the community, just to have a slight similarity, or inviting a comment. in the other hand, if the topic don't have much respond, they would stop. and will continue to post only the ones that would have much respond. i think we've been guilty to these kinda crimes in a small scale... and decided to stop when it became unreal. but people like ingrid do take the extra effort to make it, and i hope you are not one of those.

it's actually sad, when one social media influencer is clinging to another social media influencer to expect that they are real friends. to think that the other person actually care about him/her. i wish sali never have to hold on to these kinda friendship, and value real friends in real life. who actually knows about you. who actually connect.



pictures are taken from this great article about the movie

Monday, November 13, 2017

festival dongeng mampir ke Gemala Ananda


kalo tanpa facebook sekolah sali yang cukup aktif, saya ga bakalan engeh sama aktifivitas sali di sekolah. kayak yang kemaren terjadi festival dongeng mampir ke sekolah sali, beberapa pedongeng dari luar negri singgah bercerita sama anak-anak. ada Seung Ah Kim, pendongeng dari Korea, ada Kieran Syah, pendongeng dari Singapura, dan ada Uncle Fat, pendongeng dari Taiwan.

kalo versi sali... "ibu tadi ada orang-orang dari luar negri cerita sama kita." selentingan begitu saya ga engeh, apa maksud orang-orang dari luar negri itu. makanya pas ngintip ke facebook sekolahan, baru deh ngerti. untungnya video pendongengnya cukup lengkap. bahagia deh, biar juga di kantor kita tetep bisa tau dan ikut merasakan senengnya anak anak belajar dan berteman.

bahkan waktu peringatan hari sumpah pemuda, guru guru memainkan drama sumpah pemuda, dan kita bisa nonton live streamingnya live di facebook. jadi ibu dan ayah di rumah atau di kantor bisa nonton juga, dan sampai rumah kita bisa bahas apa yang sudah dia pelajari.

untuk cerita lengkapnya bisa diintip lo di fb sekolah sali ini.

Sunday, November 12, 2017

...

kayaknya pingin beralih meng'index' perjalanan sali dancing di sini aja. mungkin entah saya yang lebay ngomongin soal sali dancing di sosmed, kok lama lama kayak ngundang komen ga enak. kali iya saya juga mesti koreksi diri, emang ga semua paham soal anak seusia sali yang udah punya komitmen ke dancing (atau apapun).

komen bisa dari orang yang ga deket sama saya sampe yang paling deket. sampe saya speechless, mau respon apa. okelah kalo disebut sekali mungkin bercanda, tapi kalo sampe dua kali, saya kan jadi mikir, apa iya emang udah unek-unek dia selama ini, jadi dia juga udah mikirin gimana cara keluarnya. sekali pertama respon saya kayaknya ga cukup puas dia, sampe lupa, lalu jadi komen kedua kalinya. saya juga ga kepengen ngerusak hubungan karena kita deket banget. dan cuman gara-gara beda interest terhadap anak, kita jadi saling judgemental.

seperti yang saya udah pernah tulis soal sali di ig, saya ga bisa kasih standart "baru anak-anak" ke sali. sali emang kalo mau, dia komit. mau soal nari, atau puasa misalnya. mana saya nyangka tubuh sekecil dia, dan belum masuk SD, sudah berani untuk audisi nari, tampil setelah 24 penari lainnya. atau dia bisa puasa fullday 14 hari, demi dapet spinner aja. saya dan deni emang ga bisa underestimate sali. kita ga bisa lah memandang rata kemampuan semua anak berdasarkan usia.

sebenernya saya dan deni sudah berkali-kali meragukan apakah sali bisa di Lil G.O, dan sudah beberapa kali bertanya ke temen-temen ibu-ibu dancer lain, bahkan guru dan yang punya sekolah narinya. apakah sali bisa? dan kalau sali ternyata belum mampu gapapa, kita mundur. karena sali paling kecil di timmya, dan mindset belajarnya belum seperti kakak-kakaknya. tapi semua meyakinkan supaya sali tetep stay di Lil G.O, karena mereka yakin kalau sali mampu. sepertinya kalo saya dan deni mundur, kami yang ga adil buat dia. kami yang ga kasih ruang buat dia tumbuh.

soal waktu latihan yang banyak bertanya di waktu hari sekolah, yah memang sali itu dari dulu bukan tipe yang tidur cepat, selesai latihan saja sali masih bisa loncat loncatan, sampe kalo keluar kelas, ibu-ibu lil g.o lain suka tanya, "belom puas ya sali, nanti di rumah latihan lagi baru bobok ya.." cuman ibu-ibu lain yang ngerti kalo sali batrenya energizer. tapi pastinya diimbangin dengan tidur siang. kalo ada jadwal latihan sore, sudah pasti saya pesen sama mama untuk sali tidur pulang sekolah. sali biasanya patuh, karena sudah tahu kalo dia tidak tidur siang konsekuensinya dia ngantuk dan ga konsen kalo latihan.

soal sali kok bisa tau dancer yang hitz. yah emang naif sih kalo mikir sali nyari sendiri di youtube. kalo anak punya interest kita jadi orang tua juga 'wajib' dukung dia buat kasih tau dancer yang bagus kayak apa. nanti dia sendiri kok yang milih yang dia suka yang mana. yang gaya apa yang paling dia minat. sama aja kalo misalnya anaknya suka nulis, kita juga mesti pancing dia supaya tau penulis yang bagus tuh siapa, tulisan yang bagus tuh kayak apa. kita yang dukung fasilitas supaya dia tetep interest. sama aja kaya kalo anak kita suka frozen, atau star wars misalanya.. mana anaknya tau atau mendalami karakternya itu siapa, kalo bukan ibunya yang kasih tau. sama aja, cuman kalo sali beda idola. bukan chewbacca atau princess mononoke.

jadi orang tua dari yang anaknya udah punya komitmen dari kecil itu selalu proses belajar terus buat saya dan deni. ga bisa anaknya tiba-tiba jadi. kemarin dia mogok tampil setelah persiapan latihan intesif 2 kali seminggu selam 4 minggu. paginya latihan lancar, waktu blocking di tempat pun lancar. satu menit sebelum tampil dia nangis. waktu tau kalo sali ga tampil, repsonnya temen temen saya banyakan yang bilang, 'gapapa lah, masih anak kecil." "kalo anak gue mah digituin bodo amat, ga mau yah ga mau." bukannya mau ngegampangin sih, kalo gini, saya ga belajar, berusaha ngertiin sali apa masalahnya. karena tiap sali tampil ga pernah punya masalah, berarti selama ini saya dan semua ngegampangin kalo dia selalu siap tampil. kalo mau jujur, sebenernya sali udah kasih saya hint-hint kalo dia ga siap, dan walau saya udah kasih pep talk dikit, ternyata masih kurang buat performance sebesar kemarin. dan sali keburu main terus seharian jadi mentalnya 'ga siap'nya sebenernya dia alihin ke having fun. kalo gini saya dan coachnya harus belajar mental prepnya sali buat kedepannya.

sali emang masih SD, masih 7 tahun. tapi kalo saya cuman anggep kemampuannya cuman kayak anak-anak, kita yang ga adil buat dia. dan males berpikir buat kesiapan mentalnya. ga ada yang namanya prima dengan instant. kali saya juga mesti stop posting prosesnya dia di sosmed, jadi yang lain mikir dia udah jadi apa apa, dan jadi mancing komen ibu-ibu yang belom masuk tahap itu di  anaknya. ga ada yang salah kalo misalnya anak coba-coba activity cuman buat anaknya seneng-seneng aja. sali pun kemarin sebelom masuk crew juga begitu, saya juga masukin dia les sabtu aja. seneng-seneng buat nyalurin apa yang dia suka. tapi kalo ternyata orang lain liat potensi anak kita lebih dari yang kita bayangin, lalu kami mesti bilang engga gitu?

saya rasa kami belom obsesi sih soal sali jadi dancer, (karena banyak orang tua dancer yang obses, saya sering liat, yang ngejer guru sampe ujung jakarta demi anaknya belajar sama guru yang terkenal jadi pencetak dancer :D) saya ga pengen dia jadi dancer kok. saya pingin dia punya skill lain kalo udah gede selain sekolah. dan saya mau dia punya kumpulan teman bukan hanya di sekolah, karena dia akan jadi jago kandang, dan kehidupannya hanya berputar sekitar sekolah. di luar sana banyak dunia lain, dan ga sempit melihat jangkauan kita. kalo ini tiba tiba dia SMP ternyata punya interest lain selain nari, gambar misalnya, yah saya dukung lagi. saya dan deni ikut alurnya sali. yang pasti belajar ga bisa setengah setengah, karena nanti kayak bapak ibunya, ga punya skill apa apa. selain belajar di sekolah.

ini komitmen saya dan deni kok ketika punya anak 1, kalo dia punya interest kita punya cukup uang buat mendukung minatnya. kalo sekarang saya dan deni mundur uman karena mikirin komen orang, kami yang malu sama sali soal komitmen.

Wednesday, October 04, 2017

its been 10..



happy birthday iphone..
kalo liat video ini, masih berasa banget waktu pertama kali nonton... trus pegang, dan ngalamin iphone.. tapi ngeliat iphone x sekarang, sedih, kasian ama steve. udah pasti design iphone x ga bakalan approve sama steve dengan model poni gitu.. gapapa sih iphone masih ngarep kamu nanti bakal lebih epic bikin handphone daripada yang sekarang, yang sekarang ga bikin kepingin, mungkin iphone 12 kali?

*dan sangatlah cool ketika nonton ini steve jobs sesama penyuka the office #nerdingsohard

Thursday, August 03, 2017

sali masuk SD!


alhamdulillah.. sali udah masuk SD. udah jalan hampir 2 minggu.. sejauh ini saya seneng banget, apa yang saya harapkan dari sekolah dan sikap sali di sekolah bikin saya overjoy lebay.

saya soalnya orangnya gitu. ada hard to explain things yang kita (saya dan deni) mau soal perkembangan sali, dan ketika ada pihak luar yang mendukung, kita jadi ngerasa ga aneh. saya dan deni emang dari dulu ga ngejer material things, dan image yang penting di mata orang. begitu juga dengan pendidikan sali. kita ga liat fasilitas, atau gengsi, apalagi soal anak mesti sholehah (trus kalo ga sholehah ga baik gitu). makanya essential banget bagi kita berdua ketika sekolah mendukung hal hal yang menurut kami penting.

karena dari umur segini anak tuh mesti tau dan dibiasakan soal moral tentang materi dan image. sehingga nanti besarnya dia ga jadi pribadi yang self centered dan mengukur diri dengan materi, jabatan, dan image orang tentang dia. mau jadi ibu rumah tangga atau ibu pekerja, ga ada yang bakal bikin dia galau dan mesti buktiin dia siapa supaya dia merasa penting. kami mau dia secure dengan dirinya sendiri. apa pun keputusan yang dia bikin.

eniwei, kayak apa sih langkah langkah yang diambil sekolah yang bikin kami berdua seneng banget. di sekolah sali ga ada nilai, adanya 1 senyum dan 2 senyum, nilai asli anak disimpan guru untuk penilaian nanti, sehingga ga ada peluang buat pamer dia lebih pintar. di sekolah sali ga bawa alat tulis dan buku sendiri, semua disediakan sekolah, jadi ga ada peluang buat pamer stationary, dan yang dibawa ke sekolah ga berat berat. isi tas sekolah sali cuman baju ganti, botol minum, snack, dan makan siang. bawa folder untuk membawa pulang LK dan buku komunikasi.

seminggu sebelum sekolah, kami diberi PR, untuk anak menyiapkan sendiri setiap malam apa yang mau dia bawa ke sekolah, juga soal bangun pagi, mandi sendiri, pakai baju sendiri. karena sekolah sadar, perubahan jadwal buat anak adaptasi gak mungkin cuman sehari. ga pernah saya ketemu sama sekolahan yang segitu pedulinya sama persiapan mental anak. :)

di kelas seimbang 12 laki laki dan 12 perempuan. hari orientasi pertama mereka ditukar tukar beberapa kelompok dengan kelas lain, jadi mereka mengenal teman lain di luar teman sekelasnya. di kelas sali dibagi 4 meja, tiap meja berenam. kalau nanti guru mulai melihat ada anak yang terlalu dekat dengan anak lain bangku akan ditukar,  jika mereka ternyata tetap dekat walau beda bangku, kelas 2 mereka akan dipisah. karena sekolah ga mau ada geng-geng-an. aduh saya seneng banget sekolah sadar akan adanya masalah ini.

sali sendiri udah mengalami dinamika pertemanan biar juga baru hitungan hari. hari kedua dia bilang dia udah punya sahabat, lalu hari ketiga udah ga jadi sahabat dia lagi, karena temennya milih temen lain.. hihihi, hari keempat dia mau ikutan main tak jongkok sama "bekas sahabat"nya itu, ga boleh, akhirnya sali dan 2 anak lain yang ga boleh ikutan main memilih main bertiga. sali bilang "kita bikin mainan lain yuk tak sepatu jongkok" akhirnya mereka seru main bertiga, yang dua orang "bekas sahabat" mau ikutan main. sali bilang "ga boleh, soalnya tadi kau ga ngebolehin kita ikutan main." akhirnya kedua anak tadi minta maaf. :D

namanya anak-anak yang nama pilih pilih teman pasti ada, temen yang dikejer pasti ada.. saya mastiin aja, itu ga penting, yang penting berbuat baik sama semua. saya seneng apa yang kita tanamkan buat sali berbekas, dia merasa tetap punya value biar juga direject, ternyata dia bisa kasih solusi dan ga baper kelamaan.

saya dan deni ga pernah maksa dia secara akademis, harus pintar baca, nulis atau ngaji... setiap pagi pesan saya cuman ini... "have fun learning and make friends with everyone sali.."


Monday, April 24, 2017

Sali's first audition


di tempat sali les nari, ada tim elite yang akan dilatih khusus untuk kompetisi, alias jagoannya lah, nama G.O (Game On) dan untuk yang usia SD ada Lil G.O. dari pertama masuk Gigi Art of Dance, sali udah mulai mengidolakan kakak kakak G.O dan Lil G.O. mulai stalking di youtube dan instagram, dengan bantuain ibuk :D

beberapa kali sali juga liat performance kakak kakak ini live di panggung. ada juga idolanya sali, allegra tianna yang tahun lalu sempat jadi iklannnya NET. 3.0, nari bareng miss ufa, guru di Gigi juga. jadi suatu hari abis les, gurunya sali, miss suzy, menginfokan kalau 2 minggu lagi ada audisi G.O, kalau tertarik siapkan koreografi 1 menit, boleh cari sendiri boleh yang sudah diajarkan gurunya. miss suzy menambahkan "if she didn't make it, it'll still be a good experience for her to be in an audition."

sali pun mendengar itu langsung excited, seminggu sebelum audisi dia udah milih koreo yang mau dia bawain. dia milih koreografi 1 million dance yang dia afal karena liat tiap hari, dan hampir tiap malem latihan. biasanya kalo saya pulang kantor langsung bilang "ibu aku mau practice." dan meminta saya setel videonya. saya juga ga nyangka sih, dia seniat itu.

hari H audisi, dia udah siapin baju yang dia mau pake, paginya jam 9.30 dia emang ada les. sali naik level 2 setelah bulan lalu lulus tes exam. jadi dari kids hip hop level 1 yang 11.30 dia jadi kids hip hop level 2 jam 9.30. setelah les selesai jam 11,30, kami makan dulu ke McD dekat tempat les, karena audisi masih jam 2. waktu jam setengah 2, sali udah mulai heboh, "ibu ayo kita jalan kesana, nanti kita ketinggalan." akhirnya kami pun jalana ke Gigi, sampai di sana sali liat saingan saingannya kakak kakak yang udah jauh lebih besar dari dia, siap kostum, make up. dan lagi pada nungguin di lobby. sali mulai jiper. "ibu kok temen temen aku ga ada?" "belom pada dateng kali sal, tunggu jam 2 nanti juga dateng." "aku ga jadi ah bu, aku nonton aja." saya pun ga mau maksa, kalo dia ga mood, yah udah lain kali aja ikutan audisi, kali ini liat aja.

ternyata bener jam 2, temen temen sekelasnya pada dateng, tapi mereka emang yang pada lebih tua dari sali, adiba, gabby, joan, maura, jemima, sekelas sali, tapi sudah kelas 4 SD. sedangkan sali SD juga belom. melihat ada temen temennya sali langsung mau ikut, dan daftar sama abah. waktu daftar dia liat ada kakak allegra, sali langsung ragu lagi. "ibu kakak alle ikutan audisi?" untungnya kakak yang urusin registrasi langsung ketawa bilang "engga, kakak alle hari ini jadi MC." sali pun ga jadi mundur.


waktu diminta daftarin lagu, "sali ragu lagi, ibu aku mau pake dancenya miss suzy aja, ga mau yang aku practice semalem." :yah kebapa sal, kan kamu udah jago yang kamu practice." "ga mau, aku malu" "yah udah sali tanya miss suzy, lagunya yang mana?" dia langsung lari ke miss-nya tapi dia susah menjelaskan le miss suzy lagu mana yang dia mau, akhirnya dia bilang "yah udah ibu aku pake lagu yang tadi malem aja."

akhirnya waktu masuk ruang audisi, semua peserta dan parents ternyata boleh masuk nonton di dalam. sali mulai agak stress hahaha.. ibunya juga. ternyata yang bakalan nonton dia banyak. yang jadi MC idolanya dia juga, jurinya yang pinya sekolah Miss Gigi, dan dua teachernya miss elly dan miss suzy. audisinya digabung G.O dan Lil G.O, jadi sali lihat performance kakak kakanya yang jago jago banget. saya lihat mukanya nganga selama nonton kakak kakak yang lain. lalu sesekali dia bilang, "ibu i'm scared, feel my heartbeat." tapi dia excited tiap dia liat move kakak kakaknya yang keren keren. ini bukan audisi yang sepi respon, tiap ada move yang mereka anggap keren, mereka hebih seruangan. biar juga namanya kompetisi, mereka support satu sama lain.


akhirnya tiba giliran sali, dia nomer urut 25, ada sekitar 35 perserta, dia hampir akhir. saya pikir dia bakalan mundur ga jadi. tapi begitu dipanggil namanya, dia langung maju. bersiap siap posisi nunduk. waktu sali di rumah sali bilang, "ibu tau ngga keapa aku nunduk? karena aku doa sama Allah, Ya allah bikn aku pinter." beberapa step sali nari, crowdnya heboh, dan sali bukan kayak saya yang dipanggil aja di kelas langsung ngumpet, dia malahan kayak ngambil energi itu buat dia tampil makin maksimal di panggung, kayak panggilan buat dia. she finished strong, the crowd was cheering.. saya bilang good job sali.



beberapa hari setelah itu saya lagi sarapan, muncul pengumuman di instagram ini. saya liat ga ngarep sih, soalnya dia peserta paling kecil. masih ada tahun depan. tapi saya putuskan buat liat aja. lalu.. itu dia nama sali.. lulus jadi Lil G.O. saya langsung merinding.. dan langsung whats up deni. that girl, is bigger than her body. congrats sali! you're a Lil G.O now!

Wednesday, April 05, 2017

...

hagia, sali, keeva.. aka rainbow dash, rarity, fluttershy #schoolbesties

biar juga masih seumur jagung, ternyata pertemanan sali sarat dengan intrik. mau di sekolah mau di tempat nari. saya juga ga nyangka sih kalo ternyata untuk 'get along' di suatu tempat, sedini ini ternyata sudah banyak bumbu dan strateginya. entah ya, pergaulan jakarta selatan segitu dini ya trainingnya :D

di sekolah dan di tempat les nari tentu ada superstar atau sali yang sali bilang 'bos'nya. sali, kurang lebih kayak ibunya suka ga nyaman di lingkungan yang ga welcome. walau selama ini, hal itu ga membiarkan dia untuk berhenti dari hal yang dia suka.. nari misalnya. biar juga seharian dia ga ditemenin, dia bisa lewati hari itu, selama dia bisa nari, tanpa baper. cuman dia sering bilang, nobody wants to play with me. saya ga bilang ada yang jahat, yah namanya juga anak anak, hari ini mau main besok engga.

di sekolah juga, kebetulan 'bos'nya adalah cucunya yang punya sekolah, yang setiap hari bawa mainan baru, dan beneran bossy. kebetulan anak ini emang attitudenya kurang baik, dan maunya jadi princess, yang lain dayang dayang. kadang bahkan menentukan, siapa yang akan jadi 'team' nya (kalo bahasa sali) mana yang bukan.

beberapa kali sali meminta membawa mainan atau membawa sesuatu untuk membuktikan keberadaannya. tentu saja sering saya larang. ini memang cara paling mudah dan paling anak anak banget buat bikin temannya tertarik bermain. tapi saya ga mau dia mulai mengukur diri dari barang yang akan disukai sama orang yang dia pingin suka sama dia. apalagi pakai manis manis ke orang yang sifatnya ga baik.

saya selalu bilang ke sali, kalau ada yang ga buat sali ngerasa ga enak di hati, ga usah diikutin. sali bebas kok mau berbuat apa, ga mesti manis manis buat orang suka sama kita. kita bikin orang suka karena kita punya kemampuan. misalnya sali jago narinya, atau sali pinter musik, atau sali bagus kalau menggambar. ga usah cari perhatian yang kita ga patut dapet.

anak bisanya meniru apa yang orang tua kerjakan, kalo kita mencontohkan kalau kita punya integritas, punya skill, kita ga perlu menjilat. udah banyak kok yang keliatan di tempat nari sali, di sekolah, kalau ibunya suka kasih ekstra hadiah buat gurunya, anaknya pasti juga mulai pintar mendekati teman yang dianggap punya pengaruh, yah caranya sih masih anak-anak.

semoga saya tetap bisa menjaga sali dari prilaku ini, karena kalau sudah jadi biasa, susah merubahnya.



Friday, March 03, 2017

menanam di ruang terbatas



udah berapa lama, saya ngincer banget taneman yang suka wara wiri di pinterest, namanya fiddle leaf tree, akhirnya saya tau kalau di sini namanya ketapang biola. panjang cerita.. sedikit berbaik hati sama satpam dan tukang kebun kantor, akhirnya saya bisa bawa pulang fiddle leaf tree ini ke rumah. saya emang ga gapai sih ngerawat taneman, seringnya taneman kalo di limo jadi mati, karena ga semept rawat pagi atau sore. tapi karena di kontrakan bisa punya waktu lebih banyak, saya masih sempat siram siram taneman abis anterin sali ke daycare.

kebetulan fiddle leaf ini agak baper, ga disiram dikit atau terlalu kena panas, dia kayak sedih, daunnya turun. tapi menarik sih, saya jadi ga sembarangan sama tenaman. karena tetangga pada seneng liat si fidlle leaf ini, saya jadi ditawarin tanaman rambat sama tetangga, lalu mama juga nyuruh bawa pulang tanaman kecil dari tante saya, lucu tanemannya kaya berbulu gitu dan warnanya gradasi. yah pokoknya singkat cerita kok saya tiba tiba jadi seneng taneman beneran (kalo dulu seneng kan ga berani beli soalnya takut ga bisa rawat). sebenernya tepat saya kecil banget, cuman di teras dan ga ada yang bertanah, ubin semua, jadi anggep aja kaya punya tanaman di apartemen. semua di pot.

karena beberapa kali saya cari di youtube cara ngerawat tanaman yang tepat, muncullah youtube ini di timeline saya.. mbak cantik ini merubah apartemen mininya jadi jungle, sama kayak saya, dia memulainya dari fiddle leaf tree. yah saya ga pengen same serame ini sih, tapi melihat teras saya lama lama bentuknya kayak gini deh kalo ga distop terima taneman. :P

Thursday, March 02, 2017

sali's first big stage


hari minggu kemarin sali akhirnya ikutan event tahunan sekolah narinya Gigi Art of Dance, namanya E-motions, kali ini judulnya "To a Better Home", mengingat tahun ini Gigi pindah ke gedung baru di pondok indah, selama ini lokasinya di radio dalam. juga Miss Gigi pendirinya baru saja kehilangan ayahnya ke rumah yang lebih baik. makanya kali ini rasanya E-motions sangat emosional buat Miss Gigi, ketika membuka acara saja Miss Gigi sempat tersedak tangisan. tapi tak lama dia balik menyemangati performer kembali.

buat anak umur 6 tahun, sebenernya ini lumayan berat buat sali. latihan tiap minggu, belom lagi tambahan latihan koordinasi, photoshoot, videoshoot, ada beberapa event yang sali ga ikut karena tepar panas dan batuk, sali sih kecewa, tapi kita harus juga strict karena kalo kami ikutin semua bisa bisa hari H sali malahan tepar.

weekend kami emang beberapa minggu ini keburu habis karena mesti anter sali buat persiapan e-motions, yah ga waktu yah ga uang. hihihi.. gimana juga kan ada baju, konsumsi, transportasi, yang harus jalan bareng. belom lagi ibu jadi make up artist dadakan karena semua fotosyut, rehearsal, gladi resik dan acaranya sendiri, sali harus full make up. dengan skill ibu yang sadayana, masih bisa lah ibuk...

buat sali performance ini penting banget, dia udah mimpi mimpi mau perform di stage barengan semua"Anak Gigi". sali performer paling kecil kayaknya selain kelas baby. tapi dia dapet part buat di depan. kalo gurunya bilang dia salah satu yang cepet ingat koreografinya, dan bisa diandalkan. dari pertama ikutan les nari sali udah sering denger kata e-motions, makanya begitu dia tau dia ikutan e-motions dia kegirangan. "bener ibu, aku ikutan e-motions?!" padahal partnya dia bentar banget dari seluruh acara, tapi siap siapnya sama aja rempongnya.

H-1 sali harus ikutan Gladi resik (blocking dan run through) , di tempat manggungnya nanti di taman ismail marzuki. dari jam 10 sampai jam 11 malam, dan besoknya dia harus standby lagi jam 10 pagi lagi. bayangin chaosnya mamak mamak di grup, karena anak anak piyik ibunya ga boleh masuk backstage, dan akses masuknya sangat ketat. jadilah kami sang ibu ibu ngemper di depan lift tanpa bisa liat anak anak lagi pada ngapain. serunya sih, kami jadi kenalan, kalo tadinya cuman kenal 1-2 orang aja, jadi kenal banyak, dan ngobrol banyak.. yah iyalah nungguinnya lebih dari setengah hari, udah dari seger sampe lepek. untungnya kita duduk deket dispenser air minum dan salah satu ibu bawa sekotak kue tradisional buat kami nunggu. waktu ini sali sempet muntah, untung aja saya sempet liat dia lari dari pintu backstage ke kamar mandi, saya kejar, katanya muntah dikit. saya kecewa sih semestinya mereka kasih akses buat 1 atau 2 ibu sebagai penunggu anak-anak kalo ada kejadian kayak gini. untungnya sali ga anggep masalah cuman muntah ditangannya aja, kayaknya dia masuk angin karena waktu makannya suka suka panitianya. kali kalo anak udah lebih besar masih punya tanggung jawab ama diri sendiri, kalo sepitil sali mah yang penting main lompat lompatan. dia sih bilang "kayaknya aku kebanyakan lompat lompatan, makanya aku muntah." tapi abis itu anaknya udah lari lagi nyusul temen temennya di panggung.

besoknya ketika hari manggung, sali cuman bisa kami drop di pintu jam 10.00 dibekali dengan backpack penuh bekel, minum baju ganti dan obat obatannya.. sali digiring ke gurunya buat masuk. udah abis itu saya dan deni ngalor ngidul aja di Taman Ismail Marzuki sampai shownya jam 02.00. lalu waktunya tiba saya dan deni pun masuk, saya dan deni beli tiket yang murmer di atas, soalnya lumayan juga tiket yang VIP. nanti aja deh kalo waktu perform sali udah mulai banyak, baru ibunya beli yang VIP :P

setelah beberapa performance sebelumnya oleh jagoan jagoan Gigi Art of Dance yang namanya G.O, dan cast musikalnnya, kelas sali muncul di urutan ke 7. performancenya digabung dengan dance moms dan baby hip hop. biar juga cuman setitik, saya bisa liat dia seneng banget dan sangat siap buat tampil di panggung, iyalah tiap hari selama 5 hari sebelum hari H, sali latihan 5 menit biar ga lupa. paid off ya sal! you did amazing! terakhirnya dia nari finale dengan 300 penari lainnya.. seru banget dia kayak jadi part of Gigi art of Dance.

setelah musik berhenti, kami orang tua boleh ketemu anak anak di depan panggung. saya dan deni langsung ke bawah, dan ngehambur ke sali. katanya "my heart was pounding so fast, everyone is clapping! everybody loves me!" bangga bener sama sali. waktu saya dan deni seumur dia masih mainan kue lumpur doang. dia, dia punya sesuatu buat dibanggain, punya sesuatu to be a part of, punya passion dan good at it. i'm so happy for you sali.. beberapa menit melukin sali dan bilang bangga dan sayang sama dia, bocah udah dipanggil balik ke belakang panggung buat show kedua. ibu dan abah juga disuruh clear stage. kami pun nungguin sampai mereka kelar jam 9 lalu pulang.



sebagai bagian e-motions dia dapet t-shirt e-motions, dan gelang 'i hope you dance' yang mau dia pakai ke sekolah, dia bangga jadi bagian dari Gigi Art of Dance. thank you Miss Suzy and Miss Gigi for being an inspiration for sali.. #ihopeyoudance


* kalo nyariin sali, sali yang baris paling depan, bajunya ungu (di sini lebih keliatan pink) kedua dari kiri, dikuncir 2. :)

nanti full performancenya bakal di upload ke channel youtubenya Gigi art of dance, nanti mau saya kasih link di sini, soalnya keren keren banget, apalgi terakhir ada showcase teachersnya yang kece banget.

Wednesday, March 01, 2017

mencoba mengurangi kopi instan (2)

ini postingannya buat tyka.. yang nanyain soal mencoba mengurangi kopi instan (maaf aku baru baca)... aduh kalo soal takaran aku juga kurang ahli. lagian sebelah meja aku ahli banget nih, malahan bawa moka pot segala ke kantor.. aku jadi malu kalo ampe ketauan dia nih.. :P aku sertain video dari youtube yang jadi acuan aku coba coba pake french press ya..



kalo dari asal asal aku yang sesuai selera aku aja.. aku mah kopinya kopi java arabica biasa aja, merk excelso ada beberapa jenis kopi sih sesuai selera ada juga yang house blend, tapi aku kurang cocok, di supermarket juga ada. biasanya ada tulisannya bubuk atau biji, kalo di gerai excelso biasanya bisa digilingin sama masnya, minta kasar yang medium, soalnya kalo sampai bubuk, bubuknya suka tembus di french press, sedangkan kalau terlalu kasar dia ga bisa maximal diseduhnya, karena setelah disiram air panas di french press cuman butuh 4 menit, lalu siap dituang. kalo lagi abis gajian alias beduit, aku beli blend tetangga-nya kopi tuku di cipete. aku juga belom berani beli kopi kopi dengan packaging bagus yang mahal itu.. lagian ini juga udah upgrade dari coffeemix. :D

kalo merk french pressnya kata temen aku sih mau murah apa mahal macam bodum, sama aja. kalo aku sih karena simpen di kantor resiko pecah sama OBnya tinggi, aku beli yang delicia keluaran ace hardware. harganya karena kemarin diskon ga sampe 100 ribu. tapi cita cita juga sih punya bodum warna putih, siapa tau ada yang mau beliin buat ulang tahun.. *kedip kedip

kalo untuk ukurannya, kalo buat sendiri, biasanya aku 3 sendok teh kopi, airnya secangkir. selama kita tunggu sampai 4 menit, aku tuang gula sachet sebungkus di cangkir, dan dua sendok teh creamer, kalo kamu suka lebih manis dan lebih creamy tinggal ditambah. sebenernya lebih enaknya pake susu diamond, cuman kalo di kantor ga ada kulkas yah apa boleh buat. kalo di rumah biasanya deni lebih suka pake susus kental manis, jadi ga perlu pake gula ato creamer lagi.

gitu aja sih.. semoga bisa bantu.. emang sih bikinnya agak rempong kalo percis kaya di referensi youtube di atas, aku biasanya ga pake preheated french press segala sih. dan tips kalo nyuci french press, tuang dulu air ke dalam french press putar sedikit supaya ampas kopi ga ada yang nempel ke bagian gelas, lalu tuang, dijamin ga perlu ngudek ngudek ampas yaang nempel di french press dan tinggal cuci. :)

Monday, February 13, 2017

...

i believe in personal style.. i don't adjust to people expectation of style to get exception or popularity...

#justsayin
#alazhargraduate
#queenbeesareeverywhere

Thursday, February 09, 2017

sali youtuber wannabe: fizizikids

siapa yang anak kecilnya tiap kali beli apapun, atau punya apapun selalu bilang, "ibuk aku mau bikin youtube-nya dong, videoin ya." *nunjuk tangan. iyah sali nih anak yang sejak nonton youtube selalu minta bikin video, sebenernya udah banyak dia camera roll ibuk video unboxing, review dan koleksi mainan dia. sampe dapet hadiah dari supermarket aja dia bikinin video unboxing.. hadeh... yang belom cuman bikin slime deh kayaknya.. soalnya tiap bikin slime sali cuman berhasil kalo bikin sama ibu, makanya dia ga pede bikin videonya.

minggu lalu abah kerja, jadi kami berdua main di rumah ummi, karena sorenya kaka naima udah pergi ke rumah budenya, dan kita berdua kekurung ujan, kami jadi stuck di rumah ummi, ga bisa pulang. sali pun mulai iseng. "ibuk aku mau bikin youtube." okelah dari pada ngga ngapa ngapain. lalu dia mulai ngedirect. "ibu nanti kalo aku ngomong di skip ya, trus lanjut video lagi (maksudnya mungkin cut), trus nanti waktu skip lagi, trus nanti lanjut video lagi (oke nih anak udah mulai ngerti cut to cut). trus ibu pun ngikutin apa yang maunya sali. "ibuk ini barang barang aku aku taro disini, trus ibu ngambil videonya dari sini trus kesini trus kesini, abis itu skip lagi nanti aku ngomong." (hummm pinter juga nih anak udah ngerti run through close up items, sambil voice over). "abis itu balik ke aku ngomong lagi ya." nanti ibu masukin lagu sama digabungin videonya, di kasih judul fizizikids (rupanya kalo liat video youtube artis cilik youtube biasanya udah punya identitas youtubenya misalnya fun & play, in wonderland, atau toys and me.. sali bilang namanya dia fizizikids. (mayan nih anak udah tau branding).

abis selesai ngevideoin, dengan content yang sebenernya ga jelas dan script yang acak kadul, ibu pun ngedit pake video editor gratisan di handphone ibu.. (ga ibu cut cut, digelontorin aja, ada suara suara sali ngomong skip skip, atau kasih aba aba 1,2,3 :P) dan tadaa.. jadi deh video sali, bahagianya nih anak. pas abahnya pulang dia bilang, "abahh i have a cool video on youtube."


Wednesday, February 08, 2017

wisata la ala ala land

habis anter sali les nari sabtu kemarin, kami putuskan buat jalan jalan. udah lama ga ajak sali jalan, karena abis les sabtu biasanya kita makan trus paling ke rumah umminya sali buat ketemu kakak naima. abis itu minggu biasanya udah capek, jadi kami leyeh leyeh sambil beberes rumah. rencananya kami mau ke planetarium, lalu pulang.

setelah dari planetarium, kami udah kelaparan, tadinya mau makan soto ma'ruf, tapi suasana tim bagian makanan lagi dirombak, jadi ga nyaman. lalu kami spontan aja mau ke megaria, naik bajaj yang nongkrong depan tim. sampe megaria, ternyata udah jadi roemah kuliner namanya, lucu sih, letaknya lantai 2, waktu masuk rasanya kayak di lobby hotel jadul, rupanya ini food court berkartu macam di mall. makanannya makanan tradisional. emang sih harganya lumayan mahal, dibanding food court berkartu lainnya, tapi rasanya kualitas hotel bintang lima. soto betawinya recommended banget, kuahnya kayaknya pake susu, bumbunya ga main main. yah kalo makan soto yang kualitas ini di tenda juga kira kira harganya sama. sali lahap banget sampe licin, sampe ga sempet difoto. abis makan kami beli minuman manis, sali dan deni beli es buah, saya beli kopi tarik. suasana lama lama di sini enak banget, soalnya jendelannya lebar lebar, pemandangannya ke luar lalu lalang mobil.

lalu kami jalan jalan sekitar metropole atau dulunya megaria, bioskopnya sekarang lucu banget ya, apa dari dulu kayak gitu ga ngerti juga :P gayanya art deco. bahkan tempat popcorn dan signagenya aja retro. tadinya kita mau nonton kalau ada film yang cocok, tapi ternyata film orang gede semua. jadi kami cuman cium cium bau pop corn aja lalu keluar lagi. keluar metropole, kami bingung mau kemana, sali belom mau pulang. nongkrong bentar di bangku trotoar, akhirnya kami jalan menyisir cikini. sampai di depan stasiun, kami tanya ke sali "sali mau pulang naik kereta?" sali jawab "mau!" yah udah kami pun langsung masuk stasiun dan beli tiket. enaknya ga bawa kendaraan sendiri itu kita ga terikat sama ninggalin kendaraan di parkiran hihihi... yah udah trus kami pun pulang. berakhir lah jalan jalan sabtu yang kok rasanya jadi ala ala La la land itu.




Tuesday, January 31, 2017

RV dream life


sejak ketemu malimish, saya dan deni memang selalu kepikiran sama hidup nomaden. walau sekarang belom kejadian juga.. idealnya saya dan deni kerja freelance, saya mungkin jadi graphic designer, deni jadi kuli tulis, dan kita bisa kerja sambil keliling dunia pake RV atau caravan.

entah sejak ngontrak apalagi, saya dan deni kok malahan makin males untuk menata atau menginvestasi di rumah kami, (misalnya bikin dapur, bikin awning, renov kamar) yang sebenernya kita ga pake. belajar dari mama saya, punya rumah itu usia renovasinya ga ada abisnya, dan model atau style itu cepet banget gantinya, yah macam di pinterest sekarang bunga bunga besok udah monokrom. kalau pun itu investasi, kami liatnya hanya dalam bentuk tanah aja, buat nanti banget pas aki ninik.

beberapa waktu lalu di facebook sempet beredar artikel soal kini orang udah ga mempertahankan yang sifatnya investasi materi, kayak mobil atau rumah, karena itu akan membuat kita ga bebas bergerak. yah tinggal kita aja, mau terima kalau sampe nenek kakek, kita bakalan bayar sewa. artikel itu bilang sekarang kalau mau punya rumah mewah di pinggir gunung, atau rumah pantai dengan kolam renang infinity pool, kita tinggal sewa di airbnb. mau pergi kemana saja dengan mobil, kita bisa pakai uber, atau aplikasi lain. tanpa perlu bayar cicilan dan pajak, dam maintanencenya. (yah ini saya ngomong dari sisi pasangan yang sama sekali ga ada bantuan "ringan" dari orang tua ya, kalau sudah dimodalkan apapun bentuknya beda ceritanya)

eniwei.. beberapa minggu yang lalu saya ketemu knorpp and south, mereka luar biasa banget sih, dengan 9 anak, mereka memutuskan untuk 2 tahun keliling amerika dalam RV. memang bukan hidup nomaden semacam malimish, tapi masih do-able untuk dilakukan setahun dua tahun dengan keluarga. saya pun langsung whatsapp deni. "gw mau den, atleast sekali dalam seumur hidup gw kita jalan dengan caravan." deni jawab "yuklah masukin bucket list." :)

entah kali kami baru bakal kejadian ketika sali nanti sudah kuliah (di oxford.. azeek) baru saya dan deni beli RV kecil buat keliling berdua.. untuk sekarang mari kita ngintip dan ngayal bersama dengan liat RV nya knorpp and south..



picture taken from tiny house town from this lovely mountain modern life
(also droll worthy RV)

Wednesday, January 25, 2017

gong xi lil chun li

cuma posting cepat soal tadi pagi.. hari ini salimun ada perayaan chinese new year, briefnya cuman pake baju merah... ibu cuman iseng bikin rambut sali ala chun li.



sali ceritanya lagi vlogging, pake hp ibu yang mati total.. katanya ibu ga boleh posting di instagram, jadi ibu posting di blog aja buat kenang-kenangan. sampe di pagar sekolah hp-nya dibalikin. bakalan kangen nganterin sali jalan kaki lewatin jalan jalan tadi pagi..

Tuesday, January 17, 2017

mencoba mengurangi kopi instan..


kurang dari sebulan yang lalu, mantan teman kantor saya, mas ipoet, telah pergi meninggalkan kita. masih muda, kira kira hanya 2 atau 3 tahun dia atas saya, anaknya 2 orang masih kecil. saya kaget banget, dia itu anak band yang straight edge yang di tangannya selalu bawa itungan buat dzikir. orangnya cuek, suka asal, tapi taat, yang pasti dia baek banget, dan ga cenderung ga enakan. masalahnya ternyata ginjalnya sudah ga berfungsi, jadi harus cuci darah. mengingat dia ga peminum buat anak gaul, saya juga heran kenapa bisa. ternyata dia suka minum minuman kemasan, soft drink, teh manis botolan, dan kopi instant. saya jadi inget saya dan dia suka ngeledekin temen kantor lain yang peminum kopi beneran, bukan kopi bencong kayak kami. "kopi tuh mesti manis, pake susu, kalo bisa pake es, ya ga yan.." trus dia ngajakin toss.

terus terang saya langsung mikir banyak. saya dan deni sangat tukang jajan, apalagi deni. ga suka bawa bekel minum, kerjanya beli minuman kemasan di jalan. di kantor saya pasti stok kopi instan, bahkan teman saya semua juga pada tau, kalo minta kopi instan ke meja yana. sebulan pasti saya beli stok kopi instan buat di rumah dan di kantor tiap belanja bulanan. pagi sebelum jalan saya ngopi, sampe kantor, jam 10 saya ngopi lagi, lalu satu cangkir lagi ketika jam 3. setelah mas ipoet saya mikir, kasian juga ya ginjal saya. saya juga bukan peminum, atau perokok. tapi masalah saya selalu kurang minum.

makanya saya berniat mengurangi kopi instan, dan minuman kemasan. saya bukan peminum kopi tubruk makanya bagi saya minum kopi ada ampasnya itu ganggu banget. temen sebelah saya itu penggemar kopi akut, kalo ke kantor bawaan alat alat dan jenis kopinya satu container sendiri. dari alat yang sederhana sampe yang pake torch segala. yang paling simpel memisahkan ampas dan rasanya lumayan maximal adalah french press.

akhirnya mulailah niatan untuk minum kopi beneran. sebenernya minum kopi gini sih tetep mesti diimbangin banyak minum air putih. tapi kadar gula dan krim atau susunya bisa kita takar sendiri, dan kalau kopinya udah enak (saya pake yang paling mudah dibeli aja kok.. excelso yang dimana-mana ada) ga perlu gula dan krim yang terlalu banyak juga udah nendang.

saya beli french press kecil yang buat satu cangkir buat di kantor, dan satu french press besaran buat ngopi berdua deni di rumah. dengan modal liat youtube saya udah gapai lo bikin kopi yang enak. malah kata deni saya udah bisa bikin house blend yang ga kalah sama tuku.. azek..

gak kok, ga buat gaya gayaan gak minum kopi instan lagi, buat biar bisa kontrol kadar gula, dan pengawet aja. :)

pic taken from pinterest

Friday, January 13, 2017

stick it to the man


"Ini adalah film yang mempromosikan anarkisme dengan baik. Seneng ketika denger istri gue juga suka film ini. Meski tidak plek ketiplek bisa menerapkan ide "anarchist-parenting" kayak film ini, tapi cukup senang ketika gue dan partner hidup gue sering kali sepemikiran."

itu postingan deni di Path soal film Captain Fantastic yang kami tonton secara terpisah. iyah saya rasa film ini mind blowing sampai setelah menonton film ini saya jadi too excited untuk ngobrol soal apa yang esensial dalam keluarga kita dan soal mendidik anak sama deni. sama dengan deni, saya sungguh tertarik betapa komunikasi begitu 'frank' antara orang tua dengan anaknya, tanpa perlu menganggap bahwa mereka anak kecil, secara logika aja, secara knowledge aja. dan esensi yang perlu dan tidak perlu yang mereka contohkan sungguh membuat saya dan deni yakin bahwa jalan yang kami jalani selama ini ga ngaco, ada yang kayak gini.

dan semua material things yang sedang kami kejar hanya untuk social approvement menjadi sangat tidak penting. jangan salah, kami masih mau banyak hal, tapi kami tidak mau itu menjadi dasar dari apa yang kita kerjakan dalam keluarga ini. tentu saja kami tak mau itu jadi time consuming dan money consuming, kami akan punya ketika kami layak punya. ketika belum, kami tidak kecewa.

i did choose the right partner in life, the right man.. :)

...

Rellian: “If you assume that there is no hope, then you guarantee that there will be no hope. If you assume that there is an instinct for freedom, that there are opportunities to change things, then there is a possibility that you can contribute to making a better world.”
Ben: Noam Chomsky.

Thursday, January 12, 2017

anak ibu mau masuk SD


alhamdulillah sali udah diterima di SD.. biar juga mulainya baru juni, apa juli ya? (orang tua macam apa kamu yana), eniwei, menurut saya.. ini periode penting buat sali yang bikin ibu pingin nulis lagi.
setelah beberapa lama vacum, karena entahlah lagi periode ga pingin ditulis, cuman dikerjain aja.

dari terakhir nulis, udah banyak yang berubah. sali lagi rajin les nari hip hop, itu dunianya sekarang. dan buat saya dan deni aktivitas baru sali ini cukup makan waktu kami. jadi kami juga jarang jalan jalan.

ceritanya saya mau cerita soal memilih sekolah buat sali. sebenernya saya dan deni emang udah suka sama sekolah yang kami incer ini dari jaman sali masih kecil. gedungnya kami lewati tiap hari kalau jemput sali dari mama, pulang ke limo. pada akhirnya kami berjodoh dengan daycare sali yang letaknya ga jauh dari sekolah inceran itu. lalu karena merasa aktivitas limo terlalu berat buat kami bertiga jalani, kami pun memutuskan mengontrak dekat daycare sali. tentu saja otomatis sekolah inceran kami ini jadi prioritas utama ketika mendaftarkan sali.

apa sih nama sekolahnya? sekolah gemala ananda. beberapa teman saya sudah memasukkan anaknya disini, pertama dengar sih dari puan, lalu sahabat saya amanda pun masukin anaknya di sini. begitu juga dengan 2 teman saya lainnya. jadi ketika ada undangan open house, saya langsung dikabari sama beberapa teman saya. jadi lah saya dan deni ikut dalam open house sekolah gemala ananda. sali pun ikut, dia masuk di dalam kelas, terpisah dari kami.

saya dan deni biar juga terlihat ga jelas, sebenernya punya visi yang jelas buat apa yang kita mau buat sali nanti, ini yang kita berdua pegang teguh di hubungan kita sebagai orang tua, kasarnya, ga peduli kita ga keliatan sukses sama orang lain, yang penting saya dan deni harus sukses sebagai orang tua. yaitu dengan berhasil membuat sali berkepribadian, punya kepercayaan, punya buah pikir, dan tidak cuma patuh pada otoritas, apapun itu.

ketika saya dan deni datang ke open house, kami disambut oleh kepala sekolah yang "agak beda" bentukannya, perempuan, blak-blakan, berambut pendek, dan berbusana casual, nama ibu jasmin. pertama bu jasmin memutar presentasinya kami langsung jatuh cinta.. dia memutar video klip pink floyd another brick in the wall. setelah itu semua presentasi dia soal sekolah makin membuat kami wannabe banget sama sekolah ini. semua yang kami inginkan buat sali terdeskripsi dengan jelas oleh bu jasmin. walau dengan tegas dia menyatakan sekolah ini bukan sekolah nitipin anak, yang punya tanggung jawab pertama buat ngajarin tetap orang tua, sekolah hanya membantu. kita jalan sama-sama.

setelah open house kami mendaftar via online, lalu menunggu dipanggil untuk trial sali, dan interview orang tua. trial sali berjalan lancar, tapi kami tidak juga dapat panggilan interview orang tua. padahal beberapa teman sudah mengabari kalau beberapa anak suadh diterima. yah udah saya pikir mungkin sekolah masih sibuk dengan aktifitas lain yang sedang jalan waktu itu, yaitu terima rapor.

akhir desember akhirnya kami dapat panggilan interview, waktu itu dijadwalkan tanggal 29, sudah hampir libur. saya dan deni ijin masuk siang, karena inteviewnya jam 9. deg-degan sih, tapi begitu ketemu dengan ibu ninong, dan ngobrol soal orientasi sali, kami pun jadi santai. entah kami berdua juga mungkin sudah tahu persis apa yang kami berdua mau dengan sali, kami pun jadi lancar, saking lancarnya saya rasa kami terlalu terus terang. hihihi.. deni juga yang biasanya suka belibet, karena dia tau sali gimana, dan yang mau akan sali gimana, sama sekali ga mundur, maju terus hajar bleh..

dari orientasi sali, ibu ninong tahu bahwa formulir kami jujur soal kepribadian, interest dan non interestnya. dan kami ga nyangka, apa yang kita mau soal sali ternyata sudah mulai berbuah, kami ingin dia punya buah pikir, ternyata hasil orientasi dia punya logika yang di atas umurnya.

saya pun sempat menyatakan penting bagi kami dia masuk ke lingkungan yang homogen. dia harus terbiasa dengan sesuatu yang berbeda dengan dia, ga ada yang selalu benar, dan selalu salah. beda itu gapapa, bahkan kalau dia berbeda keyakinan dengan ibu dan abahnya, dia ga durhaka. kami mau dia punya faith, bukan hanya taat. jadi ketika dia ada lingkungan nyata nanti dia ga gagap perbedaan, dan punya empati lebih buat yang berbeda dengan dia.

mengejutkannya setelah saya dan deni ngomong sejujur-jujurnya dan ampir atheis itu, kami langsung dapat kabar besoknya, yaitu tanggal 30, kalau sali diterima. sungguh saya bahagia sekali, i have a lot of faith and a lot of hope buat sekolah ini. semoga segala kerjasama kami mendidik sali berbuah manis...