Thursday, August 19, 2010

Cires.. bukan Cireng ato Cilok

...

ingat saya berteriak november lalu

metode yang berhasil lagi

alhamdulillah.. pagi ini kami mendapat kabar baik, sudah bisa akad kredit tanggal 25. lega rasanya. rejekinya si utun pastinya.

saya dan deni sebetulnya tidak menyangka akan bisa punya rumah secepat ini, mungkin perkiraan kita, dalam waktu 3 tahun menikah, barulah kami bisa punya rumah, seperti kakak dan adik kami. namun saya dan deni mungkin berkesempatan lain, lagipula kondisi kami berbeda dengan mereka. walau mama saya sudah dengan lega membiarkan kami tinggal di lantai atas, tetap saja ada rasa segan untuk lama lama di sana. sejak ditinggal almarhum papa, mama harus mencari penghasilan, saya dan deni di sana walau bisa membantu sedikit pasti memberatkan dia. jadi kami berdua merasa ingin secepatnya keluar dari rumah mandala. maka tahun lalu saya dan deni bikin janji, bikin due date kapan kita punya rumah.

sebelum uang terkumpul, kami berdua memberanikan diri untuk jalan-jalan melihat situasi pasar, berapa sih rumah yang kira kira kita mampu. waktu yang bersamaan adik saya juga sedang mencari rumah. kalau lihat harga yang rumah yang didatangi adik saya dan ipar, rasanya misi tak mungkin kita punya rumah. maklum tabungan mereka lebih karena sudah 3 tahun menabung. tapi saya dan deni sih optimis santai, kita pun jalan jalan mencari lokasi yang mungkin tidak semahal yang dilihat adik saya, kami pun melihat sekitar lingkungan teteh-nya deni. saya suka sekali sebenarnya komplek teteh, tapi disana sudah penuh.

sampai akhirnya kita menemukan rumah idaman kami, memang sih tidak sempurna. banyak kurangnya, tapi entah kenapa saya dan deni suka sekali dengan rumah itu, apalagi harganya... hihihi.. pas sesuai kantong, tapi tidak terlalu kecil. luas bangunan 38 m2, luas tanah 90 m2, modelnya pun tidak aneh aneh, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, ruang tamu dengan langit langit yang tinggi. sudahlah akhirnya kita tetapkan pilihan, dan mulai menabung, sambil melihat opsi lain.

sebenernya karena phk saya lah yang malahan bikin saya dan deni punya kesempatan ini, hihihi.. lumayanlah pesangonnya kami tidak menyangka. tapi ketika pesangon yang dicicil selama 3 bulan akhirnya genap ditangan kami, kami mendapat kabar gembira lain. saya hamil. kabar yang kami tidak sangka sangka, karena kami tidak pernah ngoyo soal ini. bahkan kami berpikiran, punya rumah dulu, biar nanti dia enak, keluarnya di rumah sendiri. :). kabar gembira memang, tapi sayangnya kami berdua tidak didukung dengan fasilitas kantor yang bisa membantu, jadi biaya harus kami tanggung sendiri. berarti, kami harus siap siap biaya persalinan untuk 8 bulan kedepannya. dengan ini, kami pun menomor 2 kan rumah. sudahlah, nanti saja kita pikirkan lagi ketika si utun sudah keluar.

lalu adik saya pun akhirnya mengambil rumah, bukan main ingin rasanya merasakan apa yang dia rasakan. sampai akhirnya dia menyentil saya, "masa sih ka, dengan penghasilan kaka dan ka deni berdua, ga mampu nabung buat persalinan, dan cicilan rumah, kan dp-nya sudah ada. aku aja single income." katanya enteng. lalu saya dan deni cek dan ricek lagi, berapa 'harta' kami. kalau menurut perhitungan memang cukup, alhamdulillah.

lalu kami berdua iseng lagi, mampir ke rumah impian, sebelum berkunjung ke rumah teteh. tanpa disangka harga yang per januari kami lihat tiba tiba ada promo. langsung berasa bisa lega kantong kita kalo begini, sangat lebih dari cukup kalo kita berdua mau menabung untuk persalinan. alhamdulillah double.

yah singkat cerita, kami pun memutuskan mengambil, dan melaksanakan proses KPR ke bank. lucu juga, karena belum pernah, kami berdua cukup deg-deg-an waktu interview di bank, namun karena riwayat bank kami berdua bersih, dan keterangan dari kantor lengkap, maka lancar saja. beberapa minggu kemudian yang dengan senewen kami tunggu, kami pun dikabarkan lulus kpr. minggu minggu berikutnya kami rajin sekali melihat perkembangan si rumah impian. ini terakhir kami berdua berkunjung kesana.

masih jauh dari selesai, tapi sudah mulai kelihatan
selamat datang, nanti kami jamu kalau sudah selesai

kalau sudah bisa akad, bearti rumah sudah hampir siap pakai, masih banyak yang mau kami tambah tambahkan, maklum karena tipe rumah sederhana, dapur masih di luar. lalu rencananya saya dan deni mau menambahkan tempat cuci jemur, dan teras belakang buat duduk duduk. tapi pelan pelan saja, kami tidak buru buru, menunggu utun keluar dulu. baru kami sekeluarga memulai hidup baru, saya insyaallah mau beneran jadi istri buat deni, belajar masak dan bikin rumah nyaman buat suami dan anak saya. amiien.. semoga...

1 comment: