Friday, December 25, 2009

ketika berumur 29


special meal for a special day... thank you for the lovely gift dear boy...

hidup itu pendek, seni itu panjang

Monday, December 21, 2009

mau dipanggil apa

sejak berteman, pacaran dan akhirnya menikah, saya dan deni saling panggil dengan lo dan gue, sampai sekarang pun masih kami kerjakan, panggilan yang didengar orang lain itu terasa tidak sopan. dulu bagi saya, panggilan aku atau kamu itu seperti rayuan, kita tidak bisa mendengar jelas jelas maksud pasangan kita jika memakai aku kamu, apalagi dengan panggilan sayang. saya merasa nyaman dengan panggilan lo gue, saya tidak merasa ditipu.

setelah menikah, saya (subyektif, saya tidak tau pendapat deni) merasa geli mendengar teman teman saya yang setelah menikah berganti panggilan dengan ayah, bunda, mama, papa, atau sebutan lain.. padahal belum punya anak.. sekali lagi ini subyektif, tidak bermaksud menyinggung siapa siapa, hanya saya saja tidak ingin itu berlaku pada saya.

tapi makin lama masa menikah kami berdua, makin banyak yang keberatan dengan panggilan kami. kesannya kami berdua tidak saling menghormati. padahal kami berdua hanya berusaha jujur pada satu sama lain. kami berdua sangat saling menikmati untuk bilang.. gue sayang sama lo den.. rasanya lebih murni dari aku sayang kamu.

kami pun mebahasnya beberapa kali. memang sih, ketika pada akhirnya kami berdua punya anak, kami tak mau anak kami nanti mendengar ibu bapaknya ber-gue lo. tapi saya juga tidak mau si anak mendengar kami dengan kata ganti ke tiga, misalnya deni manggil saya ibu, atau saya manggil deni bapak. tapi panggilan apa ya yang kami berdua tidak sampai berurai air mata geli tertawa ketika mendengarnya. lalu kami pun saling melempar panggilan, A'a dan Eneng, tapi rasanya kok curang, semua itu dari sunda. lalu saya bilang Uda gimana? muka deni langsung ga selera, maklum teman seperjuangannya orang padang totok, menurutnya kata Uda sudah punya dia. apa kita mau sok sok pake bahasa asing? ah tidak.. hanya deni yang bisa bahasa rusia, saya bisa bahasa apa. deni coba memanggil saya dengan nama, tapi kok sangat terasa tarzan and jane.. atau kita mau sok imut dengan eni dan nana.. hiahaha.. tidak terima kasih..

anyway saya dan deni belum dapat jawaban yang tepat.. hanya cukup tertawa tawa sampai keram semalaman berusaha mempraktekan aku kamu. kapan kita sama level 2 kalo begini...

Tuesday, December 01, 2009

AA for Audrey's Auction


Some 35 dresses, gowns, separates and other items of Audrey Hepburn
will be sold at a London auction on December 8 at the largest sale of clothing that belonged to the actress.

Also included in the sale is a wedding dress she never wore, made for her
marriage to James Hanson - which Hepburn called off weeks before it was set to take place.

Hepburn asked that the dress be given away, "to the most beautiful, poor Italian girl you can find - someone who couldn't ever afford a dress like mine" and the recipient - Amabile Altobella - wore it and kept it in her family until it was tracked down by the family of the dress' creators, the Fontanas, in 2002. Humm, such a lucky girl...

Well, here are my personal favorite...

the lovely icon

The Givenchy haute couture white point d'esprit ball gown worn in the opera scene of `Love in the Afternoon', 1956

A herring-bone tweed coat, circa 1956, un-labelled, double-breasted of brown, black and grey flecked wool, re-lined in beige artificial silk, walking her Yorkshire terrier `Famous' who had been a gift of her husband Mel Ferrer when Audrey was filming `Love in the Afternoon' in 1956

The ivory satin bridal gown designed by the Fontana Sisters for her marriage to James (later Lord) Hanson in 1952 which did not take place.

The Givenchy haute couture black chantilly lace cocktail dress, worn in `How to Steal a Million', 1966

NYC auction premiere


now i know what i want for this December.. bid baby bid...