Thursday, February 27, 2014

salilogy

ini ide ga original banget, tapi ga tahan ga bikin juga. dulu waktu belom punya anak saya seneng banget baca Igo Say The Darndest Things punya manda, dan janji mau catet semua juga kalo punya anak. tapi selalu lupa, paling kalo pas lagi pegang hp, saya post di twiter ocehan sali. lalu saya selalu diingetin lagi kalo Lovetaza lagi posting eleanorisms. jadi daripada udah keterusan lupa, mendingan saya mulai posting di sini.



nyusun berbagai benda depan tv trus tari kursi. "ibu senyum dong, sali lagi foto ibu."



lagi nonton Brave. "tuh tuh ibu.. itu tanahnya tuh punya papahnya." (panah maksudnya)

siap siap pulang, ummi : "sali kangen ama rumahnya ya." sali : "iyah, rumahnya juga kangen ama sali. nanti rumahnya bilang halo sali, udah lama ga ketemu."

ibu: "sali..." sali: "ini bukan sali, ini tante.. tante ke kantor dulu ya.. dadaaa.."



abis mandi minta bikinin susu campur coklat bubuk. "sali kerja dulu ibu, coklatnya taro di sebelahnya aja.." #peniruulung

abis belanja bulanan, mau pulang tapi ujan, sali nyelonong ke dunkin donut. "ibu kita duduk situ yuk, kita liat olang olang nunggu ujan. kasian olang olang ga punya mobil."

"ibu sholat dong, nanti ga dikasih mobil ama Allah. nanti Allah dateng.. taraaa.. ini mobilnya sali.."

lagi pulang naik motor. "abah, pelan pelan dong. di bawah ada polisi lagi tidur. nanti kelindes gimana?" | "sali bilang dong, polisi jangan tidur di situ." | "iyah kan kotor ya tidur di jalanan. nanti bajunya kotor gimana?"

sali denger suara anak kecil depan pager. "itu siapa sih ibu panggil panggil sali?" | "ga tau."| "oh caca temen sali." (ngarang) | "caca siapa? caca marica?" | "iyah, caca sama rica, dateng mau main.".

sali ga boleh minum ale ale.. dengan berurai air mata sambil pegang pintu trus balik badan tangannya nunjuk trus bilang.. "lebaaaaaaay..."

rencananya mau bangun siangan, tapi ada anak kecil ngoceh"tulun ibuu.. nih sali ga kuat nih gendong ibu, kan kan ga kuat kan.."

sali: "ibu sini deh.. sali belisikin." (kebanyakan imbuhan)



pertama kali cerita serius soal mimpi, sali: "tadi ada robot di sana, sali takut.. ada nenek nenek baik, sama tante tante, sali dipeluk." *sambil meluk ibunya



sali lagi rendem rendem di halaman belakang. sali: "sali jadi kundalin nih.." maksudnya kuda nil

Tuesday, February 25, 2014

visual muse: Wes Anderson

a tribute to detail..

Sunday, February 23, 2014

lagi lagi kembali pulang ke kampus abah

karena ga mau keburu telat lagi karena nungguin foto dari deni, saya posting aja deh dengan foto sadayana lagi. jadi minggu dua pekan lalu, kami bertiga datang ke Home Coming UI, sebeneernya dadakan, soalnya sali sebenernya abis sakit. diare dari kamis sebelumnya. memang sih hari mingggu itu dia udah enakan, dan kami udah lama banget ga ajak sali jalan-jalan. biar juga cuman sekedar cari taman untuk lari-larian. lagipula masalahnya kami negaras dia udah overdosis nonton DVD. makanya acara home coming kayanya waktu yang tepat buat kami bertiga cari kesegaran.

rencananya kami ga mau lama, sampai jam 12, makan siang, liat band yang kabarnya banyak artis lulusan UI, lalu jam 2 kami target kan sudah jalan pulang. soalnya deni juga masih punya PR dari kantor. sampai di sana, ternyata ga terlalu rame. dan ternyata yang datang angkatan yang jauh lebih tua untuk siang ini. kami pun jalan ke dalem, ternyata sebagai sponsor, BNI bikin game lucu buat seru seruan. deni pun nyoba, dua kali jadi pemenang deni pun dapet hadiah mouse pad. hahah...

abis itu sali udah mulai laper, saya sebenernya bawain bekel, mengingat takut perutnya belom beres. tapi dia malah minta beliin makanan. saya pun suapin sali, sambil denger denger acara di panggung depan taman melingkar. tiba tiba MCnya yaitu Kepra manggil.. "angkatan rawamangun mana nih? angakatan salemba? angkatan depok?" yah ampuuuun, ternyata yang home coming angkatan mama saya. pantes kami salting disini.

kami makin ngerasa salah tempat pas band yang main makin aneh. deni mulai komen, "kacrut banget sih nih acaranya." tapi trus Kepra bilang, abis ini PSP. hahahah... langsung deh, abah semangat ke tengah. saya dan sali duduk kalem aja di bawah pohon yang tiap tempat duduk udah di tekkin kavlingnya ama alumni alumni angkata ga tau kapan. biar juga udah umur 60-an, PSP masih bisa bikin kita ngikik ngikik, hebat lah energi dan humornya.

beberapa muka terkenal kami liat ikut joged di depan panggung waktu PSP main. mulai dari Donny Damara sampai Emirsyah Satar dengan cucu cucunya. deni sempet foto bareng Om Ade dari PSP. fotonya di deni di saya ga ada. hihihi.. waktu pulang, kami sempet papasan sama Tika Bisono sama suaminya yang baru sampai naik motor.

mayanlah rekreasi sebentar, setelah itu kami jalan kaki ke tempat motor kami, dan makan siang di margonda.

Friday, February 14, 2014

natural candy for val day...

what i brought for valentine's potluck at the office today..


happy valentine's day people..

Making Nice in the Midwest

I've been following @mandimakes on instagram for quite a while now. i got this post on her Pinterest, you might want to read this...

Confessions of a Working Blogger Mom

 
"There are plenty more things to say about how unglamorous my life is, but it’s way more fun to pretend that everything is beautiful and fulfilling in my life, so that’s the side of my life that I tend to share with you, when I have time that is. I’ve been trying not to stress about getting posts up as frequently here, because I would just rather spend that extra time with family and friends. I’m sure you get it. And I’m sure you’re not sitting here clicking refresh and wondering when a new post will pop up. But I do enjoy sharing things with you all here, though even more so, I enjoy the sense of camaraderie with you all and fellow bloggers on social media, like Instagram. Just let’s not get too caught up in appearances, ‘kay? We’re all just regular ol’ humans, after all!"

I specially love the part about Blabla bunnies. I want to hug you Miss Mandi.. *smooch

Tuesday, February 11, 2014

Sunday, February 09, 2014

pincess elsa-li


janji, ini posting terakhir soal Frozen, hahaha... abisnya ini ga bisa diposting jadi salah satu dokumentasi soal sali. di umurnya yang 3 tahun 3 bulan ini, terus terang saya amaze ama kemampuan dia meniru yang begitu cepet. meniru nada, gerakan dan timing. saya masih ingat sekali betapa saya pun sangat menjiwai princess jasmine dulu. tapi anak ini ga berat tangan, kaki, dan badan buat menjiplak si ratu beku itu. bahkan sepanjang film dia hanya meniru bagian elsa.

deni bilang, anak kecil nonton frozen pasti tergila gila ama elsa, padahal besarnya nanti mereka sadar bahwa mereka itu anna. yah sali bersenang-senanglah jadi elsa selagi bisa, ibu sama abah kasih ijin.. :)
 

*mohon maaf atas background handuk deni males jemur ke belakang

Wednesday, February 05, 2014

The Daypackers: Sali, si Anak Kampung Sini


by Deni



Gue percaya, bermain adalah aktivitas yang sangat penting bagi intelektualitas seorang anak. Semakin kaya pengalaman bermainnya, anak tersebut punya kesempatan untuk tumbuh lebih cerdas secara intelektual, emosional, bahkan social, dan spiritual. Setidaknya itu simpulan yang gue dapat hasil membaca beberapa literatur seperti A Child's Work: The Importance of Fantasy Play-nya Vivian Gussin Paley dan beberapa artikel lain di internet mengenai hal ini.

Selama tidak membahayakan dirinya dan mengganggu orang lain, gue akan mempersilakan Sali buat mencoba semua hal yang ingin dia lakukan. Pada dasarnya, tugas seorang anak adalah bermain. Karena di masa depan, pengalaman bahagia dan puas bermain ini diharapkan bisa bikin dia jadi manusia yang baik.

Di sebuah buku yang membahas mengenai kelemahan pendidikan formal di Amerika, gue menemukan sebuah kutipan yang gue inget secara samar-samar. Buku itu bilang, “Jadilah orang baik maka kau akan bahagia, atau jadilah bahagia maka kau akan menjadi orang baik.” Gue lupa judul buku itu, mungkin ada yang ingat?


Kutipan tadi mengingatkan gue soal petualangan kecil gue dan Sali di suatu sore di bulan September 2013. Saat itu Sali terlihat rungsing. Semua salah di matanya. Minta banyak hal cuma buat bisa ngomel karena kami gak bisa kasih hal itu ke dia. Cari masalah keliatannya. Biar bisa ngambek, marah-marah kemudian nangis karena kesal. Sali butuh alasan yang dia buat-buat supaya bisa nangis. Karena dia belum bisa ngomong ke kami kalau dia lagi kesal, marah, atau sedih.

Sore itu gue ngeliat kayaknya dia bosan main di dalam rumah. Akhirnya gue spontan ngajak dia jalan-jalan keluar rumah. Gak jauh sih, cuma ke belakang komplek rumah yang masih ada lapangan tanah luas. Perumahan tempat kami tinggal dikelilingi oleh sawah dan sungai. Dulu lapangan luas ini adalah sawah dan Sali pernah beberapa kali gue ajak ke sana. Ini adalah kali pertama kami ke sini setelah sawah itu digusur untuk dijadikan area perluasan perumahan di komplek rumah kami.
Gue bilang sama Sali, “Di sini, Sali boleh teriak-teriak.” Dia liat gue malu-malu sambil bilang, “Maaf Abah, Sali teriak-teriak tadi.” Gue bilang aja, “Iya. Kalo di sini boleh. Sali teriak deh sepuasnya. Gak ada yang keganggu sama suara Sali kalo teriak di sini.” Dia malah bilang, “Gak, ah.”

Ya udah, gue ajak dia buat eksplor tanah lapang itu. “Abah pura-pura anter Sali sekolah, yah,” katanya. Gue mengiyakan aja sambil terus ngajak jalan-jalan. Gue suruh dia lari-lari. Dia langsung ngabur menjauh dari gue sambil lari dan teriak-teriak. “Lebih kenceng larinya, Sal,” teriak gue ke Sali. Dia malah ketawa-tawa lari balik ke arah gue.

Permainan ‘mengantar ke sekolah’ berubah menjadi ‘Sali si tukang bangunan’ ketika kami menemukan tumpukan pasir, batako, dan sebuah drum minyak tua. “Sali jadi abang-abang yang beresin rumah, Abah jadi Abah, yah.” Dia langsung gondol-gondol batako yang ukurannya cukup besar dan berat buat anak kecil seumuran dia. Awalnya gue agak takut kalo batako itu jatuh dan kena kaki dia. Ternyata Sali cukup perkasa. Batako itu dia angkat tanpa kesulitan. Agak berat sih, tapi dia berhasil angkat satu per satu dan tumpuk di samping drum minyak. Setelah selesai, dia suruh gue naik dan liat isi drumnya. Gue bilang, “Sali aja, kan Sali yang tumpuk.” Bener dugaan gue, emang dia yang penasaran buat liat isi drumnya. Dia pasti takut dilarang naek ke tumpukan batako yang dia buat. Setelah mastiin kalo tumpukan batakonya cukup stabil, gue bantu dia naik buat liat apa isi drumnya. “Wah, banyak ikannya,” katanya. Permainan berubah lagi menjadi ‘hari memancing sedunia’.

Tanpa perlu ganti wardrobe, kami kini menjadi dua orang nelayan yang sibuk memancing di drum minyak bekas. Banyak sekali imajinasi yang pengen dia wujudkan. Ngomong terus dia selama mancing, mastiin kalo gue bisa nangkep ikan. Dia yakin kalau dia lebih mahir mancing dari gue, jadi banyak banget nyuruh gue ini dan itu. Karena dia lebih senior, gue nurut aja.

Permainan memancing berakhir ketika si nelayan senior tiba-tiba ingat, dia harus ke sekolah. Maka kami berlari-lari lagi di lapangan tanah itu. Lalu dia balik lagi ke tumpukan pasir dan mulai siap-siap menggunakannya menjadi perosotan. Setelah gue pastiin gak ada benda-benda tajam, gue bolehin dia beberapa kali merosot di tumpukan pasir.

Setelah main perosotan, kami kembali berlari ke ‘sekolah’. Dia sempat jatuh ketika akan turun dari daerah tanah yang agak tinggi. Dia duduk sambil bilang, “kotor, Bah.” Gue bilang gak apa-apa, bisa di cuci nanti, ayo berdiri.” Dia langsung berdiri dan lari-lari lagi. Dalam hati gue bilang, untung ada laundry kiloan dekat rumah. Ha ha ha ha.

Sejam lebih Sali main di tanah lapang. Gue ajak dia mendekat ke kumpulan anak-anak yang juga lagi sibuk bermain di atas traktor. Mereka jauh lebih tua umurnya dari Sali. Sekitar 3-5 tahun lebih tua dari Sali. Gue ajak Sali bermain sama mereka. Tapi karena agak jauh beda umurnya, Sali agak malu-malu. Tapi sebenernya dia mau main, meski minta ditemenin sama gue. Bertemu dan bermain sama kakak-kakak ini membuat Sali resmi jadi “Anak Kampung Sini” di Desa Limo.

Kakak-kakak ini seru banget. Mereka bertualang di sekitaran area perumahan dan kata mereka, biasanya main juga di sungai.  Wah, asyik banget. Buat anak jaman sekarang - apalagi yang tinggal di perkotaan, kotor-kotoran main pasir dan tanah, lari-lari di lapangan luas, dan mandi di sungai adalah sebuah hal yang sulit banget didapetin. Orang tua di perkotaan biasanya mengeluarkan usaha lebih supaya anaknya bisa maen tanah, liat sungai, sawah, atau main di alam bebas. Beruntunglah Sali dan teman-temannya ini bisa dapetin semua itu tanpa perlu susah payah.

Sali terlihat masih asyik main sama  kakak-kakak temen barunya waktu gue ajak dia pulang. Sudah sore, harus mandi dan istirahat. Sali pamit sama kakak-kakak dan kami jalan pulang. Meski tidak berjalan jauh, tidak pakai daypack, dan tidak mengeluarkan biaya mahal, hari itu kami telah merampungkan sesi The Daypackers.

Sali pulang sambil gak berhenti-berhenti membuat gue berjanji buat main lagi di tanah lapang itu. Semoga saja pembangunan area perumahan di sana tidak buru-buru dikerjakan. Sehingga kami punya tanah lapang pribadi buat kami bermain. Salam daypacking, teman-teman!


Tuesday, February 04, 2014

sali sendiri


kami tinggal di rumah yang super kecil. hujan dan sakit weekend lalu membuat kami terkurung di rumah. sali sepertinya sudah luar biasa bosan minta perhatian sama kami berdua long weekend itu. sudah segala aksi dan permainan yang kita kerjakan bertiga. apalagi di rumah rasanya situ lagi situ lagi, dia lagi dia lagi. dalam rangka beberes, saya taruh meja kecil, dan bangku sali di kamarnya. semua alat prakaryanya dan lilin saya taruh di sana. ga sangka, anak yang biasanya super caper ini tiba-tiba anteng sendiri di kamar. waktu saya intip dia sedang asik sendiri di mejanya. ternyata dia butuh 'me' time dari saya dan abahnya :). lumayan sejam dua jam dia sibuk sendiri. sebelum akhirnya keluar untuk beraksi jadi elsa lagi... hihihi..

Monday, February 03, 2014

aksi romantis

deni itu romantis, ..tapi dulu. saya ga bisa bilang suami saya ga romantis, soalnya dulu dia pernah. sekarang dia lebih ke sehari hari aja. yang jemput, yang ngobrol di motor, yang sesekali nongkrong. saya bahkan beberapa tahun harus 'memahami' kalau saya ga di kasih hadiah pada waktu ulang tahun saya. biar juga udah sering saya kasih hint. sampai waktu wawancara pas menang kuis MD, dia mesti kasih testimoni buat saya. dia baru nyadar, "ternyata gw bukan suami yang bener ya yan."

kamis malam kemarin, dia mau nongkrong sama temen-temen SMAnya. saya bilang, saya ga usah dijemput, saya pulang sendiri aja, nanti ketemu di rumah mama ya. dia malah tiba tiba telfon, "yan, teh kesukaan lo itu yang mana ya? yang lo bawain buat gw itu.." saya jawab "ga usah mahal." saya udah janjian ama ibu pijet dri kemarinnya.

setelah magrib, saya mau jalan ke ibu pijet, yang belum dateng juga. eh tiba tiba deni udah nyampe, pas tau mau keluar dia mau ikut, kalo deni ikut berarti sali juga minta ikut. jadilah kita bereret reret bertigaan ke rumah ibu pijet.

jalan balik ke rumah, saya gandeng sali, jadi deni jalan duluan di depan. waktu sampai pintu rumah, tiba tiba deni nyodorin buket bunga ke depan muka. trus deni ngakak.. mama saya sampai komen, tuh ga biasa kasih surprise gitu jadinya. hihihi.. trus deni salting, bahkan ga mau saya peluk buat bilang terima kasih. soalnya depan ibu pijet juga :P sali pingin ikutan ngerusak "ibu ulang tahun ya, kok dikasih hadiah?"

lalu deni bilang, "tuh tehnya, biar lo enak, nanti abis pijet minum anget." trus cuss. ke atas, ga tau ngapain. hihi... manisnya..

lalu saya pun pijet, ditengah saya pijet, deni pamit. "yan, jangan diposting di path ya, gw mau ketemu anak anak, gw ga mau dibully.. daaaah.. love you." trus pergi deh dia.

hihihi.. makasi ya den. istrinya seneng kok dikasih kejutan biar juga epic fail. makasi udah inget bunga kesukaan istrinya, anyelir.. dan cukup thoughtful untuk nyari teh hijau paporit, biar juga bukan yang ini.. lurve you.. :* *nyruput teh anget