Wednesday, September 25, 2013

Saturday, September 21, 2013

The Daypackers

Beberapa minggu lalu, setelah nonton metalica, deni ambil cuti buat berduaan ama sali. udah lama dia rencanain kencan ini, baru bisa kejadian sekarang. ga adil rasanya kalo saya yang ceritain di sini, karena ini petualangan mereka berdua. lagipula saya selalu suka pandangan beda deni tentang sali. makanya saya minta deni yang menulis posting ini.. selamat baca...


Dari dulu pengen banget jalan-jalan seragaman sama sali. Idenya sederhana, jalan berdua, ke tempat yang seru, bukan pusat perbelanjaan, dan bisa dijangkau dengan kendaraan umum. Maka, terpilihlah sekitaran Monas buat jadi tempat petualangan kami hari itu. Mumpung gue lagi cuti, Ibunya kerja, Neneknya punya urusan, dan Uminya lagi jalan-jalan.

Celana jeans item, kemeja biru muda, sepatu keds, plus backpack. Sekedar iseng, kami namakan diri kami dengan The Daypackers. Plesetan dari backpacker. Kenapa The Daypackers? Karena belum sanggup jalan berdua sebagai backpacker, karena kami berdua memakai daypack, dan biar kedengeran keren aja.

Dimulai dengan ngojek dari rumah Mama, kami berenti buat beli susu Sali dan bekal lainnya di mini market deket Apotek Retna. Perjalanan mulai seru dan panas (dalam arti yang sebenarnya) pas naek metromini menuju Blok M. Sayang, kebakaran di daerah ITC Fatmawati hari itu berimbas ke lalu lintas yang tidak bersahabat buat dua daypacker asal desa limo ini. Kami putuskan buat turun dari metromini, nyebrang ke arah berlawanan, dan naik taksi. Hmm... Naik taksi memang mengurangi aroma petualangan kami. Tapi, yang penting kami bersenang-senang, gak perlu ribet sama caranya.

Pilihan ngambil jalur Antasari ternyata tepat. Gak lama naksi, kami sampai di Blok M. Transjakarta! Yap, kami sangat suka transjakarta. Terutama di jam-jam tidak sibuk. Setelah sali ngemper di tangga Mal Blok M karena ngerengek minta dibuatin susu, kami antri naik bus transjakarta

Singkatnya, kami tiba di tujuan pertama, Gereja Katedral. Dari dulu gue pengen banget ngajak Sali ke sini. Selain tempat yang bagus buat jadi background foto, dua kali gue ke sini, selalu gagal buat masuk ke museumnya. Petualangan kali ini pun berhasil menggenapkan untuk ketiga kalinya gagal masuk ke sana. Ha ha ha.

Kami ketemu banyak orang baik di sini. Salah satunya turis Korea yang bantu fotoin kami berdua. Awalnya dia curi-curi ambil gambar pas gue foto Sali duduk-duduk di samping pintu utama. Dia bilang pake bahasa Inggris yang terbata, kalau dia susah moto sali. Gak bisa diem, katanya. Padahal udah duduk, tetep aja gerak ke sana-sini. Akhirnya gue minta tolong dia motoin kami berdua. Sebelum si turis pamit pergi, kami berbincang singkat dengan bahasa Inggris dan bahasa Tarzan soal keindahan arsitektur dan interior bangunan gereja.

Setelah minta ijin, kami masuk ke dalam. Gue foto-foto ruangan utama, sementara sali duduk-duduk, jalan-jalan, dan bengong-bengong liat beberapa orang khusyuk berdoa. Tapi dia gak berisik, karena gue udah ingetin, ini tempat orang berdoa, kita gak boleh bicara terlalu keras atau lari-larian. Keren banget emang Katedral itu yah. Bangga jadi penduduk Jakarta yang punya gereja sekeren ini. Berlebihan? Enggak juga, karena emang keren.

Setelah puas foto-foto pake kamera henpon, kami berniat melanjutkan ke Ragusa. Tapi pas jalan keluar lingkungan gereja, kami dipanggil dan diajak ngobrol sebentar sama seorang ibu bertopi pet unik. Dia memperkenalkan diri. Kami juga. Sali cium tangan sama dia. Si Bibi namanya. Setidaknya itu panggilan kami buat dia. Dia banyak cerita soal hal-hal menarik. Soal keyakinan yang dia percaya.

Selesai ngobrol soal Tuhan, surga, dan neraka dengan si Bibi, kami butuh sesuatu yang ringan. Apa yah? RA GU SA! Sali seneng banget ditawarin es krim. Tapi ada syaratnya, makan dulu sate sama lontong sampai habis. Karena iming-imingnya es krim, ternyata lumayan gampang nyuruh dia makan. Mungkin juga karena dia sudah lapar. Stroberri buat sali, Rum Raisin buat Abah. Mantap. Selesai Ragusa, kami balik arah, maen ke Istiqlal buat cuci muka, lempengin kaki dan ngerebahin punggung.

Tempat terakhir yang kami cap dengan jejak kaki kami adalah Monas. Sali selalu seneng liat lapangan luas yang bisa jadi tempat dia lari-lari. Monas menawarkan hal yang serupa. Tapi gue langsung ajak dia naik ke dalam monas, karena waktu sudah menuju sore. Setelah puas liat diorama di museum bawah monas, kami pun antri buat naik ke puncak monas. Dari awal gue bilang sama Sali, ini lama antrinya. Musti sabar, karena gak bisa kesana-kemari sampai kita dapet giliran naik lift. Setelah hampir sejam antri, kami berhasil naik ke puncak monas. Wow! Seru banget. Bukan, bukan pemandangannya. Tapi muka Sali. Ha ha ha. Pemandangannya emang bagus karena kita tinggi banget di atas Jakarta. Tapi ngeliat muka Sali yang takjub liat pemandangan di atas itu bener-bener priceless. Dia pindah dari satu pojok ke pojok lain buat liat Jakarta. Semua teropong yang ada di sana pun dia coba.

Waktu sudah cukup sore pas kami putusin pulang. Hampir berbarengan dengan jam pulang kantor. Tapi Sali kembali ngerengek minta susu sebelum pulang. Akhirnya kami duduk di bangku taman di areal monas sambil Sali minum susu. Gak lama tiduran di bangku taman, si bocah langsung merem. Pules. Akhirnya gue bawa jalan dia ke Halte Busway Museum Gajah dalam keadaan bobo. Meski agak gempor karena seharian jalan, gue sangat senang bisa ngeluangin waktu berdua Sali kayak gini. Seru abis!

Tujuan awal perjalanan berhasil kami raih. Selain bersenang-senang, kami mendapat beberapa pembelajaran hari itu. Salah satunya adalah belajar ikhlas menerima sebuah kehilangan. Kehilangan? Yak benar! Setelah duduk di bus transjakarta menuju rumah, gue baru sadar, jam tangan gue kecopetan pas ngantri buat naik bus. Ha ha ha. Jadi makin semangat buat bikin #thedaypackers episode berikutnya.


Wednesday, September 18, 2013

hello.. how's life?


akhirnya kerjaan yang memborbardir tanpa henti itu berakhir.. minggu ini minggu istirahat :) saya pun lagi edisi cuci mata liat yang bagus bagus dulu aja (blog dan pinterest maksudnya). sebenernya banyak update-an. sali berkuda, sali's day out sama abah, dan kawinan adik sepupu saya, dan juga renovasi kecil rumah kami. tapi semua fotonya di deni. kentang deh mau update blog..

sementara saya mau berbagi ini aja yang bikin saya senang pagi pagi...
*sruput teh hijau

via diana

Wednesday, September 04, 2013

...

this week is tough. our team are on a tight and chaotic deadlines, and i have to make it if i want to come to my cousins wedding this weekend. i'm having my period. and.. deni and i are on a fight, and when we fight, we fight long and hard :). we'll be okay. we just need time. time, where are you?